Jenis Penalaran Logika Pemrograman

Jan Hendrik Rapar menjelaskan istilah logika diambil dari bahasa Yunani logikos, yang berarti mengenai sesuatu yang diutarakan, suatu pertimbangan akal (pikiran), mengenai kata, mengenai percakapan atau berkenaan dengan bahasa.

Secara terperinci, logika digunakan untuk membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.

Penalaran merupakan proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empiris atau sesuai fakta di lapangan) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.

Berikut ini adalah jenis-jenis penalaran logika pemrograman,yaitu:

  • Penalaran Induktif, adalah proses menarik kesimpulan yang berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta-fakta yang bersifat khusus.
    Dalam penalaran terdiri dari 3 bentuk penalaran :
  1.  Generalisasi, proses penalaran yang tidak sesuai dengan peristiwa individual dalam menuju kesimpulan umumnya.       
  2. Analogi, cara penarikan kesimpulan dari sebuah penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.          
  3. Hubungan kausal, penalaran yang didapat dari gejala-gejala yang sering berhubungan.  

  • Penalaran Deduktif, adalah suatu penalaran yang bermulai dari peristiwa umu yang telah diketahui dan diyakini kebenarannya, dan menghasilkan kesimpulan baru yang bersifat lebih khusus. Bentuk sederhana dari penalaran adalah silogisme, yaitu proses penalaran dimana dari dua pernyataan ditarik dalam satu pernyataan baru yang disebut konklusi.

Komentar